"Bulek aia dek pembuluh, bulek kato dek mupakat. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dimanfaatkan dan apa yang akan dilakukan, mari dimusyawarahkan bersama," pesan Mahyeldi.
Ada Rencana Pengembangan Bak Penampungan Air
Dalam peresmian tersebut, turut dibahas rencana pengembangan bak penampungan air. Fasilitas tambahan itu diharapkan dapat membantu mengoptimalkan distribusi serta pemanfaatan air yang tersedia.
Mahyeldi mendorong agar rencana pengembangan bak penampungan tersebut dikaji dan dirancang secara bersama-sama. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar akan didorong terlibat bersama Bank Nagari, PT Semen Padang, serta pihak terkait lainnya.
Menurut Mahyeldi, pengembangan infrastruktur tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat program pompanisasi tenaga surya bagi masyarakat.
Selain aspek pertanian, ia juga berharap pembangunan infrastruktur pengairan dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan fasilitas lain yang menunjang kehidupan masyarakat Tanjung Barulak.
Mahyeldi menyebut kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan lahan pertanian. Fasilitas pendukung kehidupan, seperti musala dan ruang aktivitas bagi anak-anak, juga diharapkan dapat ikut dikembangkan.
Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur pertanian, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung aktivitas mereka secara berkelanjutan.
"Dengan adanya air ini, mudah-mudahan akan ada pengembangan-pengembangan lain yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Nikmat yang sudah ada ini harus kita syukuri dengan cara menjaga, memelihara dan merawatnya dengan sebaik-baiknya," tutur Mahyeldi.