berita

Hampir 20 Tahun Teliti Penyu, Dosen Bung Hatta Ungkap Tantangan Konservasi di Mentawai

Selasa, 1 September 2026 | 17:08 WIB
Dosen Program Studi Magister Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan (SP2K), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung Hatta, Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc., memaparkan penelitian mengenai tingkat kerentanan habitat peneluran penyu terhadap perkembangan aktivitas pariwisata. (Foto: UBH)



Riset yang dipresentasikan dalam seminar di Malaysia tersebut sekaligus memperlihatkan perjalanan panjang penelitian penyu yang dilakukan Universitas Bung Hatta. Dari penelitian awal di Pesisir Selatan sejak 1999, kajian kemudian berkembang hingga kawasan Kepulauan Mentawai dengan pendekatan spasial dan ekologis.





Partisipasi Dr. Harfiandri Damanhuri dalam Seminar Internasional Wacana Ilmu Serumpun juga menjadi bagian dari kontribusi Universitas Bung Hatta dalam pengembangan penelitian kelautan dan konservasi melalui kerja sama internasional.





Pertemuan akademik tersebut membuka ruang untuk memperkuat jejaring penelitian antara Indonesia dan Malaysia. Kerja sama itu diarahkan untuk menghadapi tantangan keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut melalui kolaborasi antarlembaga dan lintas disiplin ilmu.





Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam aspek pendidikan, kegiatan mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pembelajaran dan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian.





Dari sisi kelautan, penelitian konservasi penyu dan perlindungan ekosistem pesisir berkaitan dengan SDG 14: Ekosistem Lautan. Sementara itu, keterlibatan Universitas Bung Hatta, UiTM, BRIN, pemerintah daerah, serta berbagai mitra penelitian sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.





Dengan demikian, riset Dosen Program Studi Magister Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan (SP2K), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung Hatta, Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc., tidak hanya membahas kondisi habitat penyu di Kepulauan Mentawai.





Penelitian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang konservasi penyu yang telah dimulai sejak 1999 dan terus dikembangkan melalui kolaborasi, pelibatan mahasiswa, pendanaan dari berbagai pihak, serta hilirisasi yang berdampak pada masyarakat dan lingkungan pesisir. (*)


Halaman:

Tags

Terkini