Hampir 20 Tahun Teliti Penyu, Dosen Bung Hatta Ungkap Tantangan Konservasi di Mentawai

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 1 September 2026 | 17:08 WIB
Dosen Program Studi Magister Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan (SP2K), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung Hatta, Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc., memaparkan penelitian mengenai tingkat kerentanan habitat peneluran penyu terhadap perkembangan aktivitas pariwisata. (Foto: UBH)
Dosen Program Studi Magister Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan (SP2K), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung Hatta, Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc., memaparkan penelitian mengenai tingkat kerentanan habitat peneluran penyu terhadap perkembangan aktivitas pariwisata. (Foto: UBH)


Sumbardaily.com - Riset mengenai keberlangsungan habitat penyu di Kepulauan Mentawai menjadi perhatian dalam Seminar Internasional Wacana Ilmu Serumpun di Malaysia.





Dosen Program Studi Magister Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan (SP2K), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung Hatta, Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc., memaparkan penelitian mengenai tingkat kerentanan habitat peneluran penyu terhadap perkembangan aktivitas pariwisata.





Penelitian tersebut dipresentasikan dalam Seminar Internasional Wacana Ilmu Serumpun yang digelar di Fakulti Alam Bina, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Shah Alam, Malaysia, pada 20-21 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan akademik antara Universiti Teknologi MARA (UiTM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Universitas Bung Hatta.





Dalam forum itu, Dr. Harfiandri Damanhuri membawa penelitian berjudul "Spatial Ecological Analysis of Sea Turtle Nesting Habitat Vulnerability to Tourism Activities in the Mentawai Island". Kajian tersebut menyoroti kondisi habitat peneluran penyu dengan pendekatan spasial dan ekologis, terutama di tengah perkembangan kegiatan wisata bahari di Kepulauan Mentawai.





Penelitian itu tidak dikerjakan secara individual. Riset melibatkan Dr. Suparno dari bidang Biologi Laut dan Dr. Era Triana dari bidang Perencanaan Wilayah dan Kota. Pelaksanaan penelitian memperoleh dukungan pendanaan melalui hibah internal Direktorat Riset dan Inovasi, PKM dan Kemitraan Universitas Bung Hatta Tahun 2026.





Seminar Internasional Wacana Ilmu Serumpun mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari sejumlah institusi. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan hasil penelitian sekaligus membangun jejaring kerja sama akademik lintas negara dan lintas disiplin ilmu.





Kegiatan dibuka Prof. Sr. Dr. Zulfilee Abdul Latif selaku Wakil Dekan Bidang Penyelidikan dan Jaringan Industri. Peserta seminar terdiri atas mahasiswa UiTM, mahasiswa Pascasarjana SP2K Universitas Bung Hatta, peneliti BRIN yang dikoordinasikan Prof. Taslim Arifin, M.Si., dari Pusat Riset Ekologi dan Pusat Riset Masyarakat dan Budaya, serta dosen dari Fakulti Alam Bina UiTM.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X