Ia juga mengaitkan kemungkinan munculnya persoalan tersebut dengan kondisi keluarga masing-masing pihak.
"Persoalan keluarga yang dialami masing-masing pihak, baik dengan suami maupun istri, bisa saja membuka celah terjadinya hubungan yang kemudian berkembang menjadi peristiwa seperti yang dipersoalkan saat ini," katanya.
Namun, ia menekankan hal tersebut sebagai kemungkinan yang perlu dilihat dalam perspektif sosial dan bukan sebagai kesimpulan mengenai kondisi keluarga CM maupun D.
Aspek lain yang dinilai menarik adalah lokasi kejadian yang disebut berada di ruangan kerja Kabiro PBJ.
Erianjoni menilai tata ruang dan kondisi kantor perlu menjadi bagian dari evaluasi. Apalagi, ruang kerja pejabat tertentu memiliki akses yang tidak dapat dimasuki sembarang orang.
Dalam konteks itu, keberadaan CCTV menjadi hal yang menurut Erianjoni justru memiliki posisi penting.
"Rekaman tersebut pada akhirnya menjadi mata yang memperlihatkan dugaan tindakan tak pantas di dalam ruangan dan kemudian menjadi sarana yang membuat persoalan tersebut diketahui publik," katanya.
Menariknya, informasi yang diberikan menyebut kamera yang berada di ruangan kerja tersebut belakangan diketahui merupakan CCTV portabel.