berita

Revitalisasi Kota Tua Padang dan Batang Arau Jadi Fokus, Pemko Gandeng Hildesheim dan UNDP

Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:05 WIB
Kawasan objek wisata Kota Tua Padang (Foto: Instagram Beyubaystory)


Sumbardaily.com – Upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah sekaligus memulihkan lingkungan di Kota Padang mulai diarahkan pada kolaborasi lintas negara. Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat agenda revitalisasi Kota Tua Padang dan Sungai Batang Arau melalui International Symposium Ekosistem Kota Tua Padang yang mempertemukan pemerintah daerah, mitra internasional, akademisi, dan sejumlah delegasi dari negara lain.





Simposium tersebut berlangsung di Convention Hall Universitas Bung Hatta (UBH), Kamis (6/8/2026). Mengangkat tema "Warisan, Sungai, Pasar, dan Lingkungan untuk Pariwisata Berkelanjutan", forum itu menjadi salah satu rangkaian Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.





Agenda internasional tersebut tidak hanya membahas pelestarian kawasan bersejarah. Pemko Padang juga menjadikannya sebagai ruang untuk memperkuat kerja sama dalam pengelolaan lingkungan, pemulihan Sungai Batang Arau, serta pengembangan sektor pariwisata yang bertumpu pada konsep ekonomi sirkular.





Keterhubungan antara kawasan Kota Tua dengan Batang Arau menjadi salah satu perhatian dalam agenda tersebut. Pemulihan sungai dipandang sebagai bagian penting dari upaya membangkitkan kembali kawasan bersejarah Padang sehingga dapat berkembang sebagai destinasi wisata berkelanjutan sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.





Simposium itu dibuka Wali Kota Padang Fadly Amran. Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan turut hadir, termasuk Wali Kota Hildesheim, Jerman, Ingo Meyer; Perwakilan Residen United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia Sara Ferrer Olivella; Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Diana Kartika; delegasi Malaysia dan Thailand; serta perwakilan pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.





Sampah dan Batang Arau Jadi Perhatian





Dalam forum tersebut, Fadly Amran menyoroti dua persoalan yang dinilai memiliki hubungan erat dengan agenda pembangunan Kota Padang, yakni pengelolaan sampah dan kondisi kawasan hilir Sungai Batang Arau.





Menurut Fadly, pembenahan sistem persampahan tidak cukup hanya dilakukan dengan meningkatkan kualitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Perubahan harus dimulai sejak sampah berada di sumbernya, termasuk melalui pemilahan.


Halaman:

Tags

Terkini