Menurut Sara, Padang memiliki sejumlah modal untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang bersih, tangguh, dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Upaya tersebut dapat diperkuat melalui digitalisasi, inovasi, serta kolaborasi antarkota.
"Padang memiliki modal kuat menjadi destinasi wisata yang bersih, tangguh, dan berbasis ekonomi sirkular melalui digitalisasi, inovasi, serta kolaborasi antarkota. Revitalisasi Sungai Batang Arau juga berpotensi menjadi contoh nature-based solutions yang memperkuat kesehatan ekosistem, mengurangi risiko perubahan iklim, dan menghadirkan ruang publik yang berkualitas," tutur Sara.
Dukungan UNDP dalam agenda tersebut mencakup sejumlah aspek. Di antaranya adalah penguatan sistem pelacakan sampah dari darat hingga laut, pembangunan infrastruktur daur ulang, serta pemberian perlindungan sosial bagi pekerja di sektor persampahan.
Selain itu, UNDP juga membangun kemitraan dengan 18 kementerian/lembaga di Indonesia. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat agenda penanganan sampah dan pengembangan ekonomi sirkular.
Revitalisasi Kota Tua Terintegrasi dengan Lingkungan
International Symposium Ekosistem Kota Tua Padang menjadi ruang bagi Pemko Padang untuk mempertemukan berbagai pihak dalam membahas masa depan kawasan bersejarah dan lingkungan kota.
Konsep yang didorong tidak hanya menempatkan revitalisasi Kota Tua sebagai agenda penataan kawasan. Pemulihan Batang Arau, pengelolaan sampah, pengembangan pariwisata berkelanjutan, dan ekonomi sirkular juga ditempatkan sebagai bagian yang saling berkaitan.
Dengan pendekatan tersebut, Pemko Padang menargetkan penataan kawasan bersejarah dapat berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas lingkungan. Sungai Batang Arau diharapkan kembali memiliki peran penting dalam mendukung kawasan Kota Tua sekaligus menjadi bagian dari pengembangan ruang publik.
Kolaborasi dengan Hildesheim dan UNDP juga memperluas dukungan yang tersedia bagi Kota Padang. Sementara itu, keterlibatan akademisi, pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, serta delegasi Malaysia dan Thailand membuka ruang bagi pertukaran gagasan mengenai pengelolaan kawasan dan lingkungan.