Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memastikan pembangunan kembali Jembatan Gantung Muaro Pasar Baru–Luhung di Kecamatan Bayang tetap menjadi prioritas daerah meski hingga kini realisasinya masih terkendala keterbatasan anggaran.
Infrastruktur penghubung yang telah ditutup sejak Maret 2023 itu kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Jembatan gantung sepanjang sekitar 180 meter dengan lebar 2,4 meter tersebut sebelumnya menjadi jalur utama masyarakat yang menghubungkan Muaro Pasar Baru menuju Kampung Luhung. Selain digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari, akses itu juga menjadi lintasan penting bagi pelajar dan petani.
Namun hingga Rabu (13/5/2026), jembatan tersebut masih dipasangi portal dan belum dapat difungsikan kembali. Kondisi konstruksi yang terus mengalami kerusakan membuat pemerintah daerah mempertahankan penutupan demi menghindari risiko kecelakaan.
Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian lantai jembatan sudah keropos dan mengalami kerusakan berat. Tidak hanya itu, struktur penyangga jembatan juga terlihat rapuh sehingga sangat berbahaya apabila tetap dilalui masyarakat. Kini jembatan yang dahulu menjadi akses vital warga hanya menyisakan rangka tua yang rawan roboh.
Kepala Dinas PU-PR Kabupaten Pesisir Selatan, Jaferi, mengatakan pemerintah daerah bersama Bupati dan Wakil Bupati terus mengupayakan dukungan pendanaan agar pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan.
“Kami bersama Pak Bupati sudah menyampaikan proposal pembangunan Jembatan Gantung Luhung ke kementerian beberapa waktu lalu. Kita berharap ada dukungan anggaran dari pusat karena kemampuan APBD daerah saat ini memang sangat terbatas,” kata Jaferi dilansir resmi, Jumat (15/5/2026).