Menurut Eka, pada tahun 2025 pemerintah daerah sebenarnya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk penanganan awal jembatan. Namun setelah dilakukan kajian teknis, dana tersebut dinilai tidak mencukupi karena kerusakan terjadi hampir di seluruh bagian konstruksi.
“Karena seluruh konstruksinya sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi, maka anggaran Rp1 miliar itu tentu tidak cukup. Harus dibangun baru secara keseluruhan,” katanya.
Pemerintah daerah juga sempat merencanakan kembali penganggaran pembangunan Jembatan Luhung pada tahun 2026. Akan tetapi, rencana tersebut kembali tertunda setelah Pesisir Selatan dilanda banjir besar sehingga pemerintah memprioritaskan penggunaan anggaran untuk penanganan dampak bencana.
Selain faktor bencana, adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat turut memengaruhi kemampuan daerah dalam menjalankan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur.
“Anggaran yang dikembalikan ke daerah itu sudah ada peruntukannya untuk penanganan bencana alam, sehingga tidak bisa dialihkan. Sementara kerusakan Jembatan Luhung ini bukan akibat bencana,” ungkapnya.
Walaupun belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, Pemkab Pesisir Selatan tetap menargetkan pembangunan ulang Jembatan Gantung Luhung dapat dimulai pada tahun 2027 mendatang.
“Insya Allah mudah-mudahan tahun 2027 bisa kita anggarkan,” tuturnya.