Padahal, sektor pertanian dan perkebunan dapat menjadi penyangga utama perekonomian jika diintegrasikan dengan industri pengolahan dan rantai pasok yang kuat.
Kunjungan Pariwisata Menurun, Efek Fiskal Nasional Terasa
Penurunan ekonomi Sumbar juga terlihat dari melemahnya sektor pariwisata, khususnya kunjungan untuk seminar, pertemuan organisasi profesi, dan event nasional yang sebelumnya menjadi pasar kuat Sumbar. Dampaknya terasa besar karena sektor ini berkaitan langsung dengan UMKM, akomodasi, hingga transportasi lokal.
Elfindri menambahkan, kebijakan fiskal nasional memberi dampak signifikan pada Sumbar, sementara stimulus jangka pendek seperti kebijakan Purbaya belum memberikan efek nyata dan bahkan berpotensi menimbulkan distorsi baru.
Rekomendasi: Bangkit Lewat Infrastruktur dan Industri Lokal
Melihat berbagai indikator tersebut, Elfindri menilai Sumbar tidak memiliki pilihan selain bergerak cepat. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah perlu memprioritaskan penyelesaian proyek infrastruktur strategis seperti kelanjutan pembangunan Tol Padang–Bukittinggi–Pekanbaru, flyover Sitinjau Lauik, serta proyek konektivitas lintas kabupaten.
“Infrastruktur adalah darah pembangunan. Tanpa itu, pergerakan ekonomi tetap lambat,” tegasnya.
Selain itu, ia merekomendasikan pengembangan industri berbasis sumber daya lokal seperti industri turunan semen, pengolahan minyak sawit dan oleochemical, serta realisasi tambang dolomit, emas, dan mineral lainnya. Di sektor kelautan dan agro-marine, Sumbar dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan tambak udang, budidaya ikan kerapu, serta penguatan industri pakan ternak.
Ia juga mendorong penguatan sektor peternakan, terutama sapi dan ayam, untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.