berita

Bofet Garuda: Warisan Kuliner Legendaris yang Bangkit Lagi di Pasar Raya Padang

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 12:34 WIB
Fikru, cucu dari pendiri Bofet Garuda saat memperlihatkan salah satu makanan legendaris Bofet Garuda di Pasar Raya Padang Fase VII. (Foto: Kominfo Padang)


Sumbardaily.com, Padang – Pasar Raya Padang tidak sekadar pusat transaksi ekonomi; di balik hiruk-pikuk pedagang dan pembeli, tersimpan jejak kuliner yang telah menjadi bagian dari kenangan kolektif warga kota.





Di antara deretan toko dan kios, nama Bofet Garuda pernah menjadi simbol cita rasa dan nostalgia masa lampau. Kini, setelah sempat tenggelam lebih dari satu dekade, warung legendaris itu kembali membuka lembaran baru di lokasi yang sama—namun dengan semangat berbeda.





Jejak dari Masa Keemasan





Mereka yang tumbuh di era 1980-an hingga awal 2000-an tentu mengenal nama Bofet Garuda. Terletak di bawah Gedung Fase VII Pasar Raya Padang, tempat ini dulunya menjadi persinggahan wajib bagi para pembeli, terutama kaum ibu yang selesai “manuka”—berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar terbesar di Sumatera Barat itu.





Di balik etalase sederhana, aroma Soto Padang yang gurih berpadu dengan wangi gado-gado, bistik kentang, serta mie dan nasi goreng yang mengepul dari dapur kecil di belakang.





Sajian pelengkapnya, es tebak yang manis dan dingin, menjadi penutup sempurna di tengah cuaca panas Kota Padang. Dengan harga yang “manenggang” atau bersahabat di kantong, Bofet Garuda menjadi tempat istirahat yang nyaman bagi siapa pun yang lelah berkeliling pasar.





Suasana selalu ramai. Meja-meja penuh oleh para pelanggan yang datang silih berganti. Di masa jayanya, Bofet Garuda bukan sekadar tempat makan—ia adalah ruang sosial tempat orang berbincang, berbagi kabar, dan menikmati kebersamaan dalam kesederhanaan.





Tumbang oleh Gempa dan Waktu





Namun, masa keemasan itu tidak berlangsung selamanya. Gempa besar yang mengguncang Kota Padang pada 2009 mengubah segalanya. Gedung Fase VII rusak berat—atap bocor, lantai retak, dan sebagian struktur nyaris runtuh. Para pedagang perlahan meninggalkan tempat itu, begitu pula para pelanggan setia Bofet Garuda yang kini lebih memilih warung-warung di luar area pasar.


Halaman:

Tags

Terkini