Syafruddin menilai situasi itu menjadi alasan bagi pemerintah untuk menempatkan perlindungan masyarakat sebagai prioritas. Penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memperhitungkan dampak yang ditanggung warga selama kebakaran berlangsung.
Ia meminta seluruh langkah yang memungkinkan untuk mempercepat pemadaman dikaji secara serius, terutama apabila langkah tersebut dapat membantu mengurangi paparan asap dan mencegah dampak yang lebih luas.
Meski demikian, Syafruddin menegaskan bantuan internasional harus tetap berada di bawah koordinasi pemerintah Indonesia. Pembagian tugas antarpihak perlu ditetapkan secara jelas dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Dengan koordinasi tersebut, bantuan dari negara sahabat diharapkan dapat melengkapi operasi nasional tanpa mengganggu kerja sama antarlembaga yang sudah berjalan.
Singapura Disebut Siap Membantu Indonesia
Syafruddin turut menyinggung Singapura sebagai salah satu negara yang disebut telah menyatakan kesiapan membantu Indonesia memadamkan karhutla.
Ia meminta pemerintah menindaklanjuti setiap tawaran bantuan dengan cepat, terukur, dan transparan. Pemerintah juga perlu menilai jenis dukungan yang paling dibutuhkan agar bantuan yang diterima dapat digunakan secara efektif dalam operasi pemadaman.
Menurutnya, setiap tawaran perlu dilihat berdasarkan manfaat nyata bagi penanganan kebakaran. Pemerintah dapat mempertimbangkan dukungan yang mampu memperkuat kapasitas petugas, memperluas jangkauan operasi, serta membantu mengatasi kendala teknis di wilayah yang sulit dijangkau.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan terintegrasi dengan strategi penanganan karhutla nasional.