Kemenhut mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit. Data tersebut tidak bisa langsung diartikan sebagai jumlah kejadian kebakaran ataupun luas lahan yang terbakar.
Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa titik panas yang terdeteksi satelit. Oleh karena itu, setiap indikasi perlu diperiksa langsung melalui groundcheck untuk memastikan kondisi di lokasi, sekaligus menentukan langkah pemadaman atau penanganan lanjutan.
Informasi perkembangan pengendalian karhutla tersebut disampaikan Kementerian Kehutanan, dikutip Sabtu (10/10/2026). Penanggung jawab berita adalah Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi.
Operasi Darat dan Udara Terus Diperkuat
Untuk mengantisipasi kebakaran susulan, pengendalian karhutla tetap dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait.
Pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara untuk mendukung penanganan kebakaran. Armada tersebut terdiri atas 17 unit yang digunakan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta 44 unit untuk operasi water bombing atau pemadaman menggunakan pengeboman air dari udara.
Upaya dari udara berjalan beriringan dengan penanganan di darat. Kegiatan yang dilakukan mencakup patroli, pemeriksaan lapangan, pemadaman langsung, penyekatan agar api tidak meluas, pembasahan, mopping up, serta pendinginan area yang sebelumnya terbakar.
Kawasan gambut menjadi salah satu lokasi yang memerlukan perhatian khusus. Api dapat menyisakan bara di bawah permukaan tanah meskipun kobaran di permukaan sudah tidak terlihat. Bara tersebut berpotensi bertahan dan menjalar sehingga memicu kebakaran kembali.
Karena itu, pembasahan dan pendinginan perlu dilanjutkan sampai petugas memastikan lokasi benar-benar aman. Pemeriksaan di lapangan juga diperlukan untuk mengetahui apakah masih terdapat titik panas atau bara yang berpotensi menyebar.