Sebanyak 20 orang mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian besar peserta merupakan perempuan berusia di atas 50 tahun. Berdasarkan data kegiatan, sebanyak 70 persen peserta berada dalam kelompok usia tersebut.
Sementara itu, sebanyak 95 persen peserta merupakan ibu rumah tangga. Para peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti praktik pembuatan sabun cair berbahan temulawak.
Masing-masing kelompok mendapatkan pendampingan dari tim dosen, mahasiswa PPDS, serta dokter muda yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Pendampingan diberikan selama peserta mengikuti tahapan pembuatan sabun.
Proses pembuatan dilakukan secara bertahap. Peserta terlibat langsung mulai dari pencampuran bahan, pengaturan tingkat kekentalan, hingga pengukuran pH.
Setelah seluruh proses pembuatan selesai, sabun cair yang dihasilkan kemudian dikemas ke dalam botol. Produk tersebut selanjutnya diberi label sebelum dibawa pulang oleh peserta.
Dari praktik yang dilakukan, dihasilkan sekitar 4 liter sabun cair berbahan temulawak. Sabun yang telah selesai dibuat kemudian dibawa pulang oleh peserta untuk dimanfaatkan.
Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat mengenai proses pengolahan bahan herbal menjadi produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.