Dari Temulawak Jadi Sabun Herbal: Pemberdayaan Perempuan di Seberang Padang

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:33 WIB



“Temulawak merupakan salah satu tanaman herbal yang banyak ditemukan di Indonesia. Tanaman ini mengandung berbagai senyawa bioaktif, antara lain kurkuminoid dan xanthorrhizol, yang diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antijamur,” kata Prof. Wydya, Rabu (7/10/2026).





Kandungan senyawa bioaktif tersebut membuka peluang pemanfaatan temulawak tidak hanya sebagai tanaman obat tradisional. Tanaman tersebut juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan alami dalam pengembangan produk perawatan kulit, termasuk sabun.





Penggunaan bahan alami berpotensi menghasilkan produk perawatan kulit yang lebih ramah terhadap kulit dengan risiko iritasi yang minimal apabila diformulasikan secara tepat. Meski demikian, pengembangan produk berbahan herbal tetap membutuhkan pengetahuan mengenai formulasi, efektivitas, dan keamanan.





Hal tersebut menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Seberang Padang. Peserta diberikan pemahaman bahwa penggunaan bahan alami tidak secara otomatis membuat sebuah produk aman digunakan tanpa memperhatikan proses pembuatannya.





Formulasi, kebersihan proses, konsentrasi bahan, hingga cara penggunaan menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan produk yang digunakan pada kulit. Karena itu, edukasi mengenai keamanan dan higienitas turut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut.





Ibu-Ibu Langsung Praktik Membuat Sabun





Kegiatan pemberdayaan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi mengenai temulawak. Setelah mendapatkan penyuluhan, para peserta langsung mengikuti praktik pembuatan sabun cair berbahan temulawak.





Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai temulawak dan manfaatnya bagi kesehatan kulit. Peserta mendapatkan edukasi mengenai pemilihan bahan, kebersihan alat dan bahan, serta pentingnya memperhatikan aspek keamanan produk yang akan digunakan pada kulit.





Setelah memperoleh materi, peserta kemudian mengikuti praktik pembuatan sabun cair. Praktik dilakukan dengan pendekatan learning by doing. Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya menerima informasi secara teori, tetapi juga mengikuti secara langsung tahapan pembuatan produk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X