Setiap motif dan proses pengerjaan menjadi bagian dari pengetahuan yang diwariskan oleh para perajin. Ketika karya tersebut diperkenalkan ke masyarakat internasional, nilai budaya yang melekat di dalamnya ikut mendapatkan ruang untuk dikenal lebih luas.
Dari Padang Pariaman untuk Dunia
Perjalanan Sulam Kapalo Samek dari sentra-sentra perajin di Padang Pariaman hingga Antwerp dan Brussel menunjukkan bahwa produk yang berakar pada tradisi tetap memiliki peluang untuk berkembang di tengah industri kreatif global.
Panggung ICWB 2026 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan tersebut. Dukungan KBRI Brussels memberikan akses untuk memperkenalkan karya lokal dalam ruang internasional, sedangkan kolaborasi dengan Itang Yunaz menunjukkan kemungkinan pengembangan Sulam Kapalo Samek melalui desain fesyen.
Di sisi lain, keterlibatan Native Indonesia memperlihatkan peran jejaring diaspora dalam membawa budaya dan produk UMKM Indonesia ke luar negeri.
Bagi Kabupaten Padang Pariaman, momentum tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Pengenalan Sulam Kapalo Samek di Belgia diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memperluas pasar UMKM, meningkatkan kesejahteraan perajin, serta menjaga agar warisan budaya tetap hidup dan berkembang.
Sulam Kapalo Samek kini menunjukkan bahwa kerajinan tradisional dapat memiliki ruang baru ketika dipertemukan dengan inovasi, kreativitas, desain, dan strategi pemasaran yang tepat.