Satwa Liar Ikut Terancam
Karhutla bukan hanya berdampak terhadap kawasan hutan dan kualitas udara. Kebakaran juga dapat mengganggu habitat, sumber pakan, serta jalur pergerakan satwa liar.
Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan unit terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap satwa yang terdampak kebakaran.
Penanganan satwa dilakukan berdasarkan hasil asesmen di lapangan. Tindakan yang dilakukan dapat berupa evakuasi dan penyelamatan, pemeriksaan serta perawatan medis, rehabilitasi, translokasi, hingga pelepasliaran kembali.
Pelepasliaran dapat dilakukan apabila kondisi satwa dan habitatnya sudah memungkinkan.
Masyarakat yang menemukan satwa liar terluka, terjebak, terdampak kebakaran, atau masuk ke kawasan permukiman juga diminta tidak melakukan evakuasi secara mandiri.
Masyarakat diminta menjaga jarak dari satwa dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi membuat satwa mengalami stres atau menjadi agresif.
Apabila memungkinkan, lokasi serta kondisi satwa dapat dicatat untuk membantu proses penanganan. Selanjutnya, laporan dapat disampaikan kepada BKSDA atau petugas kehutanan terdekat.