Penunjukan tersebut sekaligus membawa Jawari kembali ke posisi kepemimpinan kewilayahan setelah sebelumnya memiliki pengalaman panjang dalam berbagai jabatan, termasuk Wakapolda Sumatra Utara dan sejumlah posisi strategis di bidang sumber daya manusia Polri.
Dengan penugasan tersebut, Jawari kini mendapat tanggung jawab memimpin Polda Sumbar. Pengalaman panjangnya di bidang sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejak yang menyertai penunjukannya sebagai Kapolda Sumbar.
Sementara itu, posisi As SDM Kapolri yang ditinggalkan Jawari juga telah memiliki pengganti. Jabatan tersebut akan diisi Brigjen Pol Deni Dharmapala.
Deni sebelumnya bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN), ketika lembaga tersebut masih dipimpin Suyudi Ario Seto.
Dengan demikian, mutasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026 tersebut tidak hanya mengubah posisi pucuk pimpinan Polda Sumbar. Pergeseran juga terjadi pada jabatan As SDM Kapolri yang sebelumnya ditempati Jawari.
Kini, perjalanan panjang Jawari di kepolisian berlanjut di Sumatera Barat. Dari lulusan Akpol 1990, Kapolres Sragen, sejumlah jabatan di Polda dan SSDM Polri, Wakapolda Sumatra Utara, Widyaiswara hingga As SDM Kapolri, Jawari akhirnya dipercaya memegang komando Polda Sumbar. (*)