Pada 2016, Jawari kemudian ditunjuk sebagai Karo SDM Polda Bali. Penugasan tersebut kembali menempatkannya pada posisi strategis di bidang sumber daya manusia kepolisian.
Kariernya berlanjut pada 2017. Jawari dimutasi untuk mengemban jabatan sebagai Kabagpenkompeten Robinkar SSDM Polri.
Tiga tahun kemudian, pada 2020, Jawari dipercaya menduduki jabatan Karodalpers SSDM Polri. Sejak berada pada posisi tersebut, perjalanan kariernya terus berkembang hingga mendapat penugasan di jajaran pimpinan kepolisian daerah.
Pada 2022, Jawari diamanahkan sebagai Wakapolda Sumatera Utara. Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi penting yang pernah diembannya dalam perjalanan karier di kepolisian.
Setelah menjalankan tugas sebagai Wakapolda Sumatera Utara, Jawari kemudian dimutasi dan dipercaya menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Perjalanan Jawari kembali berlanjut ke posisi strategis di tingkat pusat. Sejak 30 Agustus 2026, ia menjabat sebagai Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri.
Namun, masa Jawari sebagai As SDM Kapolri juga berlangsung singkat. Dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/2205/X/KEP./2026 tanggal 2 Oktober 2026, Jawari ditugaskan menjadi Kapolda Sumbar.
Jawari ditunjuk menggantikan Irjen Djati Wiyoto Abadhy yang mendapat penugasan baru ke Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) yang dipimpin Dedy Prasetyo.