Cuaca Ekstrem Intai Dharmasraya 3 Hari, Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 30 September 2026 | 07:04 WIB
Ilustrasi Cuaca. (Foto: Sumbar Daily)
Ilustrasi Cuaca. (Foto: Sumbar Daily)


Sumbardaily.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi selama tiga hari, yakni pada 29 September hingga 1 Oktober 2026. Hujan berintensitas tinggi dengan durasi yang cukup lama dinilai dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan longsor.





Imbauan tersebut disampaikan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dharmasraya, Medison, pada Selasa (29/9/2026). Pemerintah daerah juga meminta seluruh jajaran terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana selama periode tersebut.





Medison mengatakan Bupati Dharmasraya telah memberikan instruksi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) agar meningkatkan kesiapan, baik dari sisi personel maupun peralatan penanggulangan bencana.





“Bupati menginstruksikan BPBD dan Tagana untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel maupun peralatan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kita juga meminta Camat dan Wali Nagari untuk terus memantau kondisi di wilayah masing-masing serta melaporkan setiap perkembangan yang terjadi secara cepat,” ujar Medison didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dharmasraya Suherman Junaidi.





Menurut Medison, peningkatan kesiapsiagaan diperlukan karena hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam waktu cukup lama berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko banjir maupun longsor di wilayah yang memiliki kerawanan terhadap bencana tersebut.





Karena itu, Camat dan Wali Nagari diminta memastikan kondisi wilayah masing-masing dipantau secara berkala. Pemantauan terutama diarahkan ke kawasan yang memiliki potensi ataupun riwayat kejadian banjir, longsor, serta bencana lainnya.





“Camat dan Wali Nagari agar terus memonitor kondisi di wilayahnya masing-masing. Apabila terdapat kejadian atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana, segera laporkan sehingga dapat dilakukan langkah penanganan dan antisipasi sedini mungkin,” katanya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X