Permintaan penundaan juga berkaitan dengan posisi masyarakat Kota Solok sebagai bagian dari “Entitas Solok”. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa masyarakat Kota Solok turut merasakan duka dan memberikan empati atas musibah galodo yang terjadi di Kabupaten Solok.
Sebagai bentuk empati, masyarakat meminta agar Even RSBG yang dijadwalkan bersamaan dengan pembukaan Porprov Sumbar ditunda.
“Sebagai bagian dari ‘Entitas Solok’, maka masyarakat Kota Solok juga merasakan duka dan memberikan empati terhadap musibah tersebut. Sebagai wujud dari empati tersebut, masyarakat memohon agar Even RSBG yang bersamaan dengan Pembukaan Porprov Sumbar untuk ditunda pelaksanaannya,” sebutnya.
Aspirasi tersebut kemudian turut disampaikan oleh 14 nagari di Kabupaten Solok yang akan mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan.
Pemko Solok menyebut 14 nagari tersebut meminta hal yang sama dan menyatakan akan mengundurkan diri jika kegiatan tetap dilaksanakan sesuai jadwal semula karena masyarakat masih berada dalam suasana duka.
Minta Pertimbangan Gubernur Sumbar
Atas kondisi tersebut, Pemko Solok meminta arahan dan pertimbangan Gubernur Sumbar.
Pemko Solok berharap aspirasi masyarakat dan suasana pascabencana Galodo Kayu Aro menjadi pertimbangan Gubernur Sumbar serta KONI Provinsi Sumbar dalam menentukan pelaksanaan pembukaan Porprov.
Dalam surat yang sama, Pemko Solok juga menyampaikan skenario apabila pembukaan Porprov tetap dilaksanakan pada 2 Oktober 2026.