Hendra juga menjelaskan alasan nama Syekh Burhanuddin diusulkan dalam kondisi saat ini. Ia menyebut terdapat pertimbangan untuk mengangkat nilai agama Islam di tengah kondisi yang dinilainya sebagai krisis moral.
"Nama Syekh Burhanuddin ini dipilih, di saat sekarang kondisi krisis moral," ujarnya.
Pemkab Padang Pariaman Respons Pro Kontra
Wacana perubahan nama BIM menjadi Bandara Syekh Burhanuddin turut menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Hendra mengatakan perbedaan pandangan tersebut merupakan bagian dari dinamika masyarakat.
"Dinamika di tengah masyarakat tentu macam-macam. Kita tidak bisa juga menyamakan persepsi," katanya.
Karena itu, kata Hendra, menurut Bupati Padang Pariaman John Kennedy Aziz meminta agar wacana tersebut terlebih dahulu dikaji. Jika hasil kajian menghasilkan kesepakatan untuk melakukan perubahan, keputusan dapat diambil secara bersama-sama.
"Makanya kata Pak Bupati, ya dikaji, kalau memang kita sepakat dengan kajian itu, melakukan perubahan ya sama-sama kita sepakati. Kalau tidak ya tetap namanya BIM," ujar Hendra. (*)