Respons BIM Soal Ganti Nama jadi Bandara Syekh Burhanuddin

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 24 September 2026 | 20:16 WIB
General Manager Bandara Internasional Minangkabau (GM BIM), Dony Subardono. (Dok. Sumbar Daily)
General Manager Bandara Internasional Minangkabau (GM BIM), Dony Subardono. (Dok. Sumbar Daily)



Saat itu, kata Dony. terdapat sekitar lima atau enam nama yang sempat muncul sebagai pilihan.





Namun, kondisi sosial dan keberagaman masyarakat Minangkabau menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan nama yang dianggap dapat merepresentasikan Sumatera Barat secara keseluruhan.





“Namun pada saat itu kan di Minangkabau ini kan banyak suku, sehingga untuk mewakili Sumatera Barat (Sumbar), banyak hal yang tidak disetujui,” ucapnya.





Pada akhirnya, nama daerah dipilih sebagai jalan tengah agar dapat diterima dan mewakili seluruh wilayah.





“Sehingga diambillah yang adil untuk semua, sehingga nama daerah yang dipakai,” katanya.





Pihak pengelola juga membenarkan bahwa saat ini BIM menjadi satu-satunya bandara yang masih menggunakan nama etnis di Indonesia.





Kendati demikian, Dony memandang adanya wacana perubahan nama pada masa sekarang merupakan hal yang wajar seiring dengan perkembangan zaman.





Menurutnya, apabila nama baru yang diusulkan pemerintah daerah nantinya melalui seluruh tahapan dan mendapatkan persetujuan pemerintah, pihak pengelola bandara siap menjalankan keputusan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X