Bagi Indonesia, peluang tersebut menjadi semakin menarik karena negara ini memiliki keanekaragaman hayati tropis yang sangat tinggi. Termasuk di dalamnya adalah keragaman jamur yang sebagian besar belum terkarakterisasi.
"Bagi Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati tropis sangat tinggi, termasuk keragaman jamur yang sebagian besar belum terkarakterisasi, penelitian mycovirus membuka peluang baru," kata Fadli.
Peluang tersebut mencakup pengendalian penyakit tanaman secara berkelanjutan hingga eksplorasi sumber daya hayati yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, pangan, dan bioteknologi.
Dengan demikian, penelitian terhadap virus yang hidup di dalam jamur tidak hanya membuka pemahaman baru tentang mikroorganisme. Mycovirus juga memperlihatkan bahwa sesuatu yang selama ini identik dengan ancaman dapat memiliki sisi lain yang berpotensi dimanfaatkan untuk menjawab berbagai tantangan manusia di masa depan. (*)