Tak Selalu Jadi Musuh, Mycovirus Buka Paradigma Baru tentang Virus

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 23 September 2026 | 20:09 WIB
Ilustrasi Virus (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Virus (Foto: Pixabay)



Keunikan tersebut membuat keberadaan mycovirus selama bertahun-tahun nyaris tidak terdeteksi. Kondisi itu berubah setelah teknologi biologi molekuler dan analisis genom dalam skala besar berkembang.





Melalui teknologi tersebut, keragaman mycovirus mulai terungkap secara luas. Para peneliti bahkan memperkirakan hampir setiap kelompok jamur di alam berpotensi memiliki virusnya sendiri.





Dampak keberadaan mycovirus terhadap jamur sebagai inang juga tidak selalu sama. Sebagian mycovirus hampir tidak menimbulkan perubahan sehingga disebut cryptic viruses. Namun, sebagian lainnya dapat mengubah sifat jamur secara drastis.





Ada mycovirus yang membuat pertumbuhan jamur menjadi lebih lambat, menghilangkan kemampuan jamur menyebabkan penyakit, atau bahkan mengubah jamur menjadi organisme yang menguntungkan.





Sebaliknya, beberapa jenis mycovirus justru dapat meningkatkan kemampuan jamur untuk bertahan hidup atau memperkuat sifat patogennya.





"Variasi efek inilah yang menjadikan mycovirus sebagai salah satu topik paling menarik dalam virologi dan mikologi modern," ujar Fadli.





Berpotensi untuk Pengendalian Hayati





Salah satu potensi mycovirus yang paling banyak mendapat perhatian adalah pemanfaatannya sebagai agen pengendali hayati atau biological control.





Selama ini, pengendalian penyakit akibat jamur masih sangat bergantung pada fungisida kimia. Penggunaan fungisida secara terus-menerus dapat memunculkan sejumlah persoalan, mulai dari resistensi patogen hingga pencemaran lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X