Update Karhutla: 1.323 Hotspot Terdeteksi, Sumatera Selatan Capai 112 Titik

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 21 September 2026 | 07:04 WIB
Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan. (Foto: Kemenhut)
Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan. (Foto: Kemenhut)




Untuk mendukung operasi tersebut, 55 unit armada udara dikerahkan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Armada terdiri atas helikopter patroli, pesawat CASA yang digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta helikopter water bombing.





Pengerahan armada udara tidak dilakukan secara seragam. Penempatannya disesuaikan dengan lokasi kebakaran, perkembangan hotspot, potensi awan, kondisi asap, jarak pandang, serta faktor keselamatan penerbangan.





Kondisi gambut juga menjadi perhatian khusus dalam operasi karhutla. Pemadaman api di permukaan tidak selalu menandai berakhirnya penanganan. Pembasahan dan pendinginan tetap diperlukan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan.





Bara di bawah permukaan tersebut berpotensi kembali menyala ketika kondisi lahan mengering atau angin menguat. Karena itu, operasi pengendalian dilanjutkan melalui pembasahan dan pendinginan setelah api di permukaan berhasil dipadamkan.





Penguatan pengendalian karhutla juga dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah tidak hanya memantau titik panas, tetapi juga melihat sejumlah indikator lain yang berkaitan dengan dampak karhutla.





Berdasarkan pantauan PM2,5, kualitas udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada dalam kategori baik hingga sedang. Namun, sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan kondisi udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat.





Bahkan, beberapa lokasi berada dalam kategori berbahaya. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah dalam memantau perkembangan karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X