Dengan kondisi tersebut, konsentrasi hotspot terbesar secara nasional berada di Kalimantan Tengah, disusul Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Peningkatan hotspot tersebut menjadi dasar penguatan patroli, groundcheck, pemadaman, serta dukungan operasi udara di wilayah yang membutuhkan penanganan segera.
Kondisi Sumatera dan Sebaran Asap
Selain jumlah hotspot, kondisi atmosfer juga menjadi perhatian. Pada periode 15-21 September, BMKG mencatat sekitar 81 persen Zona Musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Kondisi kering tersebut turut diperkuat dengan adanya 1.637 titik pengamatan yang mengalami Hari Tanpa Hujan kategori ekstrem, yakni lebih dari 60 hari secara berturut-turut.
BMKG juga mendeteksi sebaran asap melalui citra Satelit Himawari-9 pada 14 September. Sebaran tersebut terpantau di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Maluku, dan Papua.
Kondisi kering diperkirakan masih mendominasi. Situasi itu membuat risiko karhutla serta kemungkinan kebakaran bertahan, terutama pada lahan gambut, masih perlu diwaspadai.
Meski demikian, hujan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah. Untuk periode 15-17 September, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi turun, antara lain di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.