Sumbardaily.com - Peningkatan titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi menjadi perhatian dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk di wilayah Sumatera.
Data terbaru menunjukkan Sumatera Selatan mencatat 116 hotspot high confidence hingga Senin, 14 September 2026 pukul 21.05 WIB. Angka tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 49 titik.
Kondisi itu terjadi ketika sebagian besar wilayah Indonesia masih menghadapi periode relatif kering. Pemerintah pun memperkuat operasi pengendalian karhutla melalui patroli, pengecekan lapangan atau groundcheck, pemadaman darat, operasi udara, hingga pembasahan lahan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan peningkatan hotspot menjadi salah satu dasar bagi pemerintah untuk memperkuat respons terhadap potensi karhutla.
"Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran," kata Ristianto Pribadi dikutip Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa hotspot. Karena itu, keberadaan titik panas yang terdeteksi satelit tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan kondisi aktual di lapangan.
"Karena itu, seluruh indikasi tetap diverifikasi melalui groundcheck dan kondisi aktual di lapangan," ujarnya.