“Kami sangat siap. Data atlet Pesisir Selatan yang akan bertanding pada Porprov juga sudah kami persiapkan. Tentunya kami ingin atlet-atlet kita bisa tampil dan membawa nama baik Pesisir Selatan,” ujar M. Adli.
Meski demikian, M. Adli memahami persoalan yang tengah dihadapi pemerintah daerah dalam proses penganggaran. Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Pesisir Selatan yang telah menyediakan anggaran Rp2,2 miliar dalam APBD-P 2026.
Menurutnya, alokasi tersebut menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung olahraga sekaligus memastikan kontingen Pesisir Selatan dapat mengikuti Porprov Sumatera Barat.
Persoalannya, kata dia, terletak pada waktu antara pengesahan anggaran dan pelaksanaan pertandingan. Jeda yang singkat membuat persiapan sejumlah kebutuhan kontingen harus dilakukan dalam waktu yang terbatas.
Sebelumnya, KONI Pesisir Selatan juga telah menyampaikan harapan agar pelaksanaan Porprov, apabila memungkinkan, dipertimbangkan untuk digelar pada November atau Desember 2026.
M. Adli menjelaskan usulan tersebut bukan karena Pesisir Selatan tidak siap mengikuti Porprov. Justru, penyesuaian jadwal diharapkan memberikan waktu lebih panjang bagi daerah untuk mempersiapkan kontingen secara optimal.
“Kami tentu menghormati jadwal dan keputusan yang telah ditetapkan. Harapan tersebut semata-mata merupakan masukan agar daerah memiliki waktu persiapan yang lebih memadai, apalagi persoalan penyesuaian waktu penganggaran ini juga dialami sejumlah kabupaten/kota lainnya,” katanya.