Apabila mengalami kondisi tersebut, masyarakat disarankan segera mendatangi rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan.
Sebagai langkah pencegahan, Yuliza kembali mengingatkan pentingnya penggunaan masker standar, terutama N95, saat masyarakat harus beraktivitas di luar rumah. Kacamata juga dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan.
Aktivitas berat di luar rumah sebaiknya dikurangi selama kondisi udara dipengaruhi kabut asap. Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran, serta memastikan kebutuhan istirahat tercukupi, yakni sekitar 7–8 jam setiap hari.
Selain itu, masyarakat disarankan menyediakan stok obat emergensi, menjaga kebersihan diri, serta memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi maupun sumber resmi seperti BMKG.
Dengan berbagai langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Barat. (*)