Program itu diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan perekonomian perempuan dan keluarga mereka.
Potensi kegiatan produktif yang dapat dikembangkan juga cukup beragam. Pemerintah Kota Padang Panjang membuka peluang pengembangan kegiatan sesuai potensi yang tersedia di kawasan tersebut, mulai dari pertanian, peternakan, hingga berbagai bentuk pengembangan pangan lainnya.
Pengembangan kegiatan tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan ketersediaan lahan serta kondisi kawasan huntara dan huntap. Karena itu, pemetaan potensi lahan menjadi salah satu bagian yang dilakukan dalam kunjungan Kementerian PPPA ke Padang Panjang.
Pada tahap awal, pemerintah daerah akan melakukan koordinasi terkait lahan yang memungkinkan untuk dimanfaatkan. Hal tersebut juga mempertimbangkan kondisi sejumlah huntap yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan.
Sementara lokasi huntara berada berdekatan dengan kawasan huntap. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan dalam melihat peluang pelaksanaan Program Kebun Pangan Perempuan di Padang Panjang.
Program tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap pemulihan pascabencana, khususnya dalam mendorong perempuan terdampak agar dapat kembali menjalankan kegiatan ekonomi.
Selain Padang Panjang, Program Kebun Pangan Perempuan juga akan menyasar daerah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Pelaksanaannya diarahkan untuk memanfaatkan potensi yang tersedia di masing-masing daerah.