Dalam kesempatan tersebut, Iip Ilham menjelaskan bahwa Program Kebun Pangan Perempuan akan diterapkan di tiga provinsi yang terdampak bencana. Ketiga wilayah tersebut yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
“Pemerintah Pusat memiliki program dalam pemulihan pascabencana dan kami turut menjadi salah satu satuan tugas dalam pemulihan bencana ini. Hari ini kami datang untuk melihat lokasi dan lahan yang bisa digunakan oleh para perempuan terdampak bencana di Padang Panjang dalam upaya membangkitkan perekonomian mereka,” ujarnya.
Menurut Iip Ilham, keberadaan program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi perempuan yang terdampak bencana. Selain membantu menyediakan kebutuhan pangan, perempuan juga diharapkan memiliki kesempatan untuk kembali berkegiatan secara produktif setelah menghadapi dampak bencana.
Kegiatan produktif tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi ekonomi keluarga. Dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia, perempuan terdampak bencana dapat kembali beraktivitas sekaligus mengembangkan sumber pangan yang sesuai dengan kondisi kawasan.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Padang Panjang, Faizah, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian PPPA terhadap kondisi perempuan terdampak bencana di daerah tersebut.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung peluang pemanfaatan lahan di kawasan hunian bagi pelaksanaan Program Kebun Pangan Perempuan.
“Kami menyambut baik kunjungan dari Kementerian PPPA ini. Saat ini beberapa huntap masih dalam tahap pengerjaan, namun lokasi huntara berdekatan dengan huntap tersebut. Untuk lahan yang dapat dimanfaatkan, tentu akan segera kita koordinasikan,” ungkapnya.
Faizah berharap program yang disiapkan Kementerian PPPA tersebut nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi perempuan terdampak bencana di Kota Padang Panjang.