Saat itu, polisi juga mendatangi warga yang beraktivitas di luar rumah dan membagikan masker, dengan perhatian khusus kepada pelajar dan pengendara.
Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino Chaniago sebelumnya mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak asap.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya pelajar dan pengendara, untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah perlindungan dari paparan asap," katanya, Rabu (9/9/2026).
Imbauan tersebut kembali menjadi bagian penting dalam kegiatan di Simpang Pasar Tabing. Masyarakat yang menerima masker diingatkan untuk menggunakannya ketika melakukan aktivitas di luar rumah sebagai bentuk perlindungan dari paparan asap karhutla.
Selain persoalan perlindungan diri, personel Polsek Koto Tangah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi lingkungan. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti imbauan yang berkaitan dengan pencegahan karhutla.
Kegiatan yang dilakukan selama dua hari tersebut juga memperlihatkan pola pendekatan preventif kepolisian dalam menghadapi dampak karhutla.
Masker menjadi perlengkapan sederhana yang dibagikan langsung kepada warga, sementara personel kepolisian sekaligus menyampaikan pesan agar masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan ketika kondisi udara terganggu oleh asap.
Bagi pengendara kendaraan bermotor, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan selama berada di jalan.