Khusus Kecamatan Koto Salak yang dipercaya menjadi tuan rumah, Bupati Annisa Suci Ramadhani meminta camat setempat segera membentuk panitia tingkat kecamatan.
Panitia tingkat kecamatan nantinya harus berkoordinasi dengan panitia tingkat kabupaten untuk menyelaraskan berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan.
Camat Koto Salak juga diminta melakukan inventarisasi terhadap lokasi-lokasi yang akan digunakan untuk perlombaan. Proses tersebut perlu melibatkan para wali nagari agar kebutuhan penyelenggaraan dapat dipetakan dan dipersiapkan sejak awal.
Dengan demikian, pelaksanaan MTQ tidak hanya mengandalkan persiapan di tingkat kabupaten, tetapi juga mendapat dukungan dari unsur pemerintahan dan masyarakat di tingkat kecamatan serta nagari.
MTQ Jadi Gema Syiar Islam
Selain berorientasi pada kompetisi dan penjaringan peserta berprestasi, MTQ Nasional Dharmasraya juga diharapkan menjadi momentum memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
Medison menegaskan bahwa MTQ memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perlombaan antarpeserta. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran sekaligus menghadirkan suasana syiar Islam di daerah.
"MTQ bukan hanya sekadar lomba, tapi gema syiar Islam. Mari memeriahkan dan sukseskan," katanya.