Bagi Deni, kehadiran jemaah dalam jumlah besar memberikan kesempatan bagi pedagang untuk meningkatkan penjualan. Ia tidak hanya mengandalkan pembeli dari wilayah setempat, tetapi juga menjangkau masyarakat yang datang dari daerah lain.
Kondisi serupa juga menjadi peluang bagi pelaku usaha dari luar Padang Panjang. Momentum kegiatan BKMT membuat produk yang sebelumnya hanya dikenal di wilayah tertentu dapat diperkenalkan kepada konsumen dari kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat.
Keramaian di pelataran Islamic Centre terlihat dari aktivitas jemaah yang tidak hanya mengikuti kegiatan keagamaan. Di sela-sela rangkaian Dakwah BKMT, sejumlah peserta juga mendatangi lapak untuk membeli makanan, minuman, pakaian, perlengkapan ibadah, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
Bagi pelaku UMKM, situasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar. Kehadiran ribuan jemaah memungkinkan pelaku usaha bertemu dengan calon konsumen yang sebelumnya belum pernah mengenal produk mereka.
Kegiatan BKMT se-Sumatera Barat yang diikuti sekitar 20 ribu jemaah dengan demikian turut memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat. Mobilitas peserta menciptakan aktivitas perdagangan yang melibatkan pedagang lokal, pedagang dari daerah sekitar, serta pelaku UMKM.
Aktivitas ekonomi tersebut mencakup perdagangan makanan dan minuman, produk UMKM, pakaian, perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan lainnya yang ditawarkan di sekitar lokasi kegiatan.
Pelataran Masjid Manarul ‘Ilmi Islamic Centre pun menjadi ruang bertemunya dua aktivitas. Ribuan masyarakat mengikuti rangkaian Dakwah BKMT, sementara pedagang memanfaatkan kehadiran massa untuk menawarkan barang dagangan.
Kondisi ini memperlihatkan bagaimana kegiatan berskala besar, termasuk kegiatan keagamaan, dapat menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat. Selain menjadi tempat silaturahmi dan kegiatan keagamaan, keramaian peserta juga memberikan ruang bagi pedagang untuk memperoleh tambahan pendapatan.