Di Kabupaten Serang, laporan suara dan getaran berasal dari Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang, dan Jiput.
PVMBG menduga suara gemuruh dan getaran tersebut berkaitan dengan pelepasan energi akustik dari aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau. Energi akustik yang besar dapat merambat hingga ratusan kilometer akibat kondisi atmosfer, termasuk pembiasan suara serta pengaruh suhu dan arah angin pada lapisan atmosfer bagian atas.
PVMBG juga menyampaikan tidak terdapat aktivitas gempa tektonik signifikan di wilayah Jawa Barat yang dapat menjelaskan fenomena tersebut.
Pemantauan juga dilakukan di sejumlah wilayah Lampung. Di Kabupaten Lampung Selatan, wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kecamatan Punduh Pedada dan Rajabasa. Sementara di Kabupaten Tanggamus, pemantauan mencakup Kecamatan Pematang Sawa, Cukuh Balak, Semaka, dan Kota Agung.
Di Kecamatan Pematang Sawa, wilayah terdampak meliputi Desa Tampang Tua, Tampang Muda, Martanda, Kaor Gading, Way Nipah, Guring, Kampung Baru, Betung, Tanjungan, dan Teluk Berak.
Kemudian di Kecamatan Cukuh Balak meliputi Desa Karang Buah, Kuta Kakhang, dan Pulau Tabuan. Di Kecamatan Semaka, pemantauan dilakukan di Desa Sukaraja. Sedangkan di Kecamatan Kota Agung meliputi Kelurahan Pasar Madang, Terbaya, Baros, Kuripan, dan Kusa.
Meski sejumlah wilayah terdampak abu vulkanik dan merasakan suara maupun getaran, kondisi masyarakat hingga pemutakhiran terakhir masih relatif terkendali. Belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat aktivitas erupsi. Kerugian materiil dan dampak lainnya masih dalam proses pendataan.