Erupsi Gunung Anak Krakatau Tutup 4 Bandara, Abu Vulkanik Capai Ketinggian 14,6 Km

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 7 September 2026 | 07:05 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di sekitar Selat Sunda. Sebaran abu vulkanik membuat empat bandara ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) sebagai langkah keselamatan penerbangan. (Foto: BNPB)
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di sekitar Selat Sunda. Sebaran abu vulkanik membuat empat bandara ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) sebagai langkah keselamatan penerbangan. (Foto: BNPB)



Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB tanggal 5 September 2026 tercatat satu kali gempa letusan menerus. Gempa tersebut memiliki amplitudo maksimum 70 milimeter dengan durasi 21.600 detik atau sekitar enam jam.





Pada periode pengamatan yang sama, pendaran merah dari aktivitas erupsi terlihat secara terus-menerus. Sementara itu, kolom erupsi tidak selalu terlihat dalam setiap periode pengamatan.





Fenomena lava fountain juga masih terjadi. Suara gemuruh dari aktivitas Gunung Anak Krakatau bahkan terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran, Kabupaten Serang.





Pemantauan terhadap sebaran abu tidak hanya dilakukan melalui pengamatan langsung dari pos gunung api. Pergerakan abu juga dipantau menggunakan satelit Himawari dan VAAC Darwin.





Hasil pemantauan menunjukkan sebaran abu vulkanik mencapai sekitar FL480 atau 14,6 kilometer di atas permukaan laut. Arah dominan sebaran abu bergerak ke barat hingga barat daya.





Kondisi tersebut membuat sebaran abu vulkanik masih bersifat dinamis. Arah pergerakannya dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas erupsi dan kondisi meteorologi, terutama arah serta kecepatan angin.





Dampak erupsi juga mulai terlihat di wilayah daratan. Pusdalops BPBD Kabupaten Serang pada Sabtu (5/9) pukul 23.00 WIB melaporkan abu vulkanik telah berdampak pada tujuh kecamatan, yakni Anyer, Cinangka, Ciomas, Mancak, Pabuaran, Baros, dan Padarincang.





Kawasan pesisir Anyer dan Cinangka menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Selain abu, suara gemuruh dan getaran juga dilaporkan terdengar atau dirasakan di sejumlah wilayah pesisir Lampung, Banten hingga Bandung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X