Dalam konteks tersebut, pengemudi ojol menjadi salah satu kelompok masyarakat yang memiliki posisi strategis karena aktivitas mereka bersentuhan langsung dengan banyak kawasan dan lapisan masyarakat.
Mobilitas yang tinggi memungkinkan berbagai informasi dari lapangan diketahui dan diteruskan kepada pihak kepolisian.
Polresta Padang berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pertemuan dan dialog yang dilakukan bersama komunitas ojol.
Sinergi antara polisi dan pengemudi diharapkan terus diperkuat melalui komunikasi serta koordinasi secara berkelanjutan.
"Pertukaran informasi secara cepat dinilai dapat membantu kepolisian mengetahui potensi gangguan keamanan lebih dini. Dengan demikian, langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan," katanya.
Penguatan kerja sama dengan komunitas ojol, kata Wadhi, juga menunjukkan bahwa pemeliharaan keamanan di Kota Padang membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Polisi memiliki peran dalam menjaga keamanan dan menindak gangguan Kamtibmas, sementara masyarakat dapat membantu melalui kepedulian serta penyampaian informasi.