Menurut Ace Hasan, posisi Indonesia yang berada di persilangan ekonomi dunia serta memiliki sumber daya alam melimpah membuat negara ini mempunyai nilai strategis.
Pada saat bersamaan, kondisi tersebut juga menjadikan Indonesia bagian dari perebutan pengaruh berbagai kekuatan dunia.
Karena itu, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda perlu memiliki pemahaman terhadap geopolitik. Mereka juga dituntut mampu menempatkan kepentingan Indonesia pada posisi strategis di tengah perubahan global.
“Pemuda memiliki peran besar dalam menentukan ke mana arah negara ini,” ujarnya.
Ace Hasan juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan dua sisi sekaligus. Di satu sisi, teknologi dapat menjadi instrumen untuk mendukung kehidupan dan pembangunan.
Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut dapat menjadi ancaman apabila manusia justru kehilangan kendali terhadap sistem yang diciptakannya.
“Kita harus menempatkan teknologi sebagai instrumen, bukan tujuan. Jangan sampai secara tidak sadar kita justru menjadi produk dari sistem yang kita ciptakan,” ucapnya.
Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menggunakan teknologi. Kampus juga memiliki tantangan untuk menghasilkan riset dan inovasi yang menjawab persoalan nyata serta tetap berpijak pada kepentingan nasional.