Menurut Pamil, aktivitas pembangunan dan meningkatnya kegiatan wisata dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam kegiatan ekonomi di sekitar kawasan. Karena itu, keberadaan Hot Waterboom Sapan Maluluang tidak hanya diarahkan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga diharapkan memberi manfaat terhadap perekonomian warga.
Di sisi lain, pemerintah daerah meminta dukungan masyarakat dan tokoh masyarakat untuk menjaga kenyamanan kawasan wisata. Kerja sama tersebut dinilai penting seiring dengan rencana peningkatan fasilitas dan jumlah aktivitas wisata di Hot Waterboom Sapan Maluluang.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah persoalan pungutan liar dan parkir liar. Pemerintah berharap persoalan tersebut tidak lagi muncul sehingga wisatawan yang datang tidak merasa terganggu selama berada di kawasan wisata.
Masyarakat dan tokoh masyarakat di sekitar kawasan diharapkan ikut menjaga agar pengelolaan lingkungan wisata berjalan sesuai dengan ketentuan. Kenyamanan pengunjung menjadi bagian dari perhatian pemerintah seiring dengan rencana pengembangan sejumlah fasilitas baru.
Dengan pembangunan yang dilakukan secara multi years dan anggaran sekitar Rp 5 miliar-Rp 7 miliar, Hot Waterboom Sapan Maluluang disiapkan memiliki lebih banyak pilihan fasilitas. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akan mulai merealisasikan rencana pengembangan tersebut pada tahun depan.
Hot Waterboom Sapan Maluluang nantinya tidak hanya mengandalkan daya tarik air panas. Cottage, taman bermain outdoor untuk anak-anak, kolam arus, ruangan spa, serta wahana kering masuk dalam rencana untuk memperluas pilihan wisatawan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. (*)