Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Solok Selatan Pamil Ruskamdani menjelaskan sejumlah fasilitas telah masuk dalam rencana pengembangan. Salah satunya adalah penyediaan pondok penginapan atau cottage bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di kawasan wisata tersebut.
Selain cottage, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan taman bermain outdoor yang ditujukan terutama bagi anak-anak. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari pilihan kegiatan wisata di luar aktivitas yang berkaitan dengan kolam air panas.
"Selain itu juga rencananya akan dilakukan pembangunan kolam arus hingga ruangan spa. Rencananya akan dimulai tahun depan," jelas Pamil.
Dengan rencana tersebut, kawasan Hot Waterboom Sapan Maluluang nantinya akan memiliki sejumlah pilihan fasilitas, mulai dari wahana air, wahana kering, tempat bermain anak, cottage, kolam arus, hingga ruangan spa.
Pembangunan berbagai fasilitas tersebut tidak akan dilakukan sekaligus dalam satu tahun. Pamil menyebut pengembangan kawasan wisata itu dirancang dalam beberapa tahun atau menggunakan skema multi years.
Untuk mendukung pembangunan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan kisaran anggaran Rp 5 miliar hingga Rp 7 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pengembangan yang telah direncanakan.
Pengembangan dalam beberapa tahun juga berkaitan dengan banyaknya fasilitas yang akan dibangun di kawasan tersebut. Pemerintah daerah akan melakukan pembangunan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah disiapkan.
Pamil mengatakan pengembangan kawasan wisata juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat di sekitarnya. Pembangunan yang berlangsung di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.