Namun, tidak semua subsektor mengalami kenaikan. Subsektor hortikultura menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan.
BPS Sumbar juga mencatat Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Agustus 2026 mencapai 137,93. Angka tersebut naik 0,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kondisi itu dipengaruhi kenaikan harga hasil produksi petani sebesar 0,65 persen. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan peningkatan harga pada penambahan barang modal yang tercatat 0,32 persen.
Sementara itu, masyarakat Sumatera Barat juga menghadapi perubahan harga barang dan jasa. Perkembangan harga konsumen pada Agustus 2026 menunjukkan inflasi sebesar 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara tahun kalender, inflasi Sumatera Barat tercatat 1,23 persen. Sementara secara tahunan, inflasi mencapai 3,76 persen.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi secara bulanan. Kelompok tersebut mengalami inflasi 0,33 persen dan memberikan andil sebesar 0,12 persen.
Daging ayam ras dan cabai rawit menjadi komoditas utama yang mendorong inflasi pada kelompok tersebut.