Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, yang turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, mengatakan Sekolah Lansia sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Ia menyebut lansia memiliki pengalaman dan pengetahuan yang dapat menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga. Nilai-nilai kehidupan yang dimiliki para lansia juga dinilai dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Karena itu, keberadaan lansia tidak hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian, tetapi juga sebagai bagian masyarakat yang tetap dapat berkontribusi. Ruang untuk beraktivitas dan bersosialisasi menjadi salah satu bagian yang diperlukan agar lansia tetap terlibat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Harapan kita, Sekolah Lansia ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan semangat para lansia dalam menjalani kehidupan,” katanya.
Dalam pelaksanaan Sekolah Lansia Angkatan Kedua, peserta akan memperoleh sejumlah materi yang berkaitan dengan kehidupan pada usia lanjut. Materi tersebut meliputi kesehatan fisik dan mental, pola hidup sehat, aktivitas sosial, kemandirian, serta berbagai pengetahuan lain yang mendukung lansia agar tetap aktif dan berkualitas.
Pembelajaran tersebut diharapkan dapat diterapkan peserta dalam aktivitas sehari-hari. Dengan pengetahuan yang diperoleh, para lansia diharapkan mampu menjaga kondisi fisik dan mental sekaligus tetap berinteraksi dengan keluarga maupun lingkungan sosial.
Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Padang Panjang Winarno mengatakan, penyelenggaraan Sekolah Lansia Angkatan Kedua diikuti 80 peserta. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti materi yang diberikan dan memanfaatkannya untuk mendukung kehidupan sehari-hari.
“Kita harapkan dengan kembali digelarnya Sekolah Lansia ini, tercipta semakin banyak lansia yang sehat, tangguh, mandiri, bahagia, dan tetap memiliki peran aktif di tengah keluarga maupun masyarakat,” tuturnya.