Sumbardaily.com - Sebanyak 80 lanjut usia (lansia) di Kota Padang Panjang kembali mengikuti kegiatan pembelajaran melalui Sekolah Lansia Angkatan Kedua. Program Pemerintah Kota Padang Panjang ini menjadi ruang bagi lansia untuk tetap belajar, menjaga kesehatan, bersosialisasi, serta mempertahankan peran di tengah keluarga dan masyarakat.
Sekolah Lansia Angkatan Kedua resmi dibuka Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis pada Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana bagi para peserta untuk memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan kemampuan menjalani kehidupan pada usia lanjut.
Program ini mendorong 80 lansia Padang Panjang agar tidak melihat pertambahan usia sebagai alasan untuk berhenti melakukan aktivitas yang bermanfaat. Para peserta akan mendapatkan pembelajaran yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan lansia, mulai dari kesehatan hingga kemandirian.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengatakan, proses belajar tidak seharusnya berhenti ketika seseorang memasuki usia lanjut. Menurut dia, lansia tetap mempunyai potensi yang bisa dikembangkan sekaligus pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.
“Menjadi lansia bukan berarti berhenti untuk belajar. Justru melalui Sekolah Lansia ini kita ingin memastikan para lansia tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan memiliki ruang untuk bersosialisasi serta berbagi pengalaman,” ujarnya.
Hendri menilai perhatian kepada kelompok lansia tidak cukup hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan. Menurutnya, ada kebutuhan lain yang juga perlu diperhatikan, seperti kesempatan untuk terus belajar, berinteraksi dengan lingkungan sosial, serta mempertahankan kemandirian dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Melalui Sekolah Lansia, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Pembelajaran juga mencakup aspek mental dan kehidupan sosial yang dinilai mendukung kualitas hidup lansia.