Curah hujan juga diharapkan dapat mengurangi potensi munculnya kembali titik api di wilayah tersebut. Meski tiga titik karhutla telah dinyatakan padam, pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi.
BPBD Kabupaten Dharmasraya bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan munculnya titik karhutla baru sekaligus memastikan lokasi yang sebelumnya ditangani tetap berada dalam kondisi aman.
Suherman juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Kewaspadaan terutama diperlukan ketika kondisi cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko munculnya api di kawasan terbuka.
Masyarakat diminta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran. Langkah pencegahan dinilai penting untuk menghindari munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi karhutla.
Selain itu, masyarakat diminta segera menyampaikan laporan apabila menemukan titik api ataupun kepulan asap yang dinilai berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
Pelaporan secara cepat memungkinkan petugas melakukan penanganan sedini mungkin sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
Pengendalian titik karhutla di Dharmasraya tersebut menjadi hasil koordinasi antara pemerintah daerah dan berbagai unsur di lapangan. BPBD, TNI-Polri, Damkar, pemerintah kecamatan, serta pemerintah nagari bergerak bersama untuk memastikan tiga lokasi yang terbakar dapat ditangani.