Pekerjaan penanganan longsor di Kabupaten Sikka direncanakan berlangsung selama delapan hari. Pengerahan excavator tersebut diarahkan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor sehingga akses masyarakat yang terdampak dapat dipulihkan.
Dengan adanya alat berat di lokasi, penanganan dapat difokuskan pada material longsor yang menghambat jalur transportasi masyarakat di wilayah terdampak.
Dikerahkan Tim Tanggap Darurat Bencana Hutama Karya
Pengerahan dua alat berat tersebut dilaksanakan oleh Tim Tanggap Darurat Bencana dari Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Hutama Karya.
Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya melakukan koordinasi dengan PU Bina Marga Provinsi NTT dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat.
Koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan penanganan dapat disesuaikan dengan situasi di masing-masing wilayah terdampak.
Dukungan alat berat itu juga dikoordinasikan dengan Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Koordinasi dilakukan melalui Dashboard Portal Forum TJSL BUMN sebagai bagian dari sinergi dalam pelaksanaan dukungan penanganan bencana.
Alat berat yang digunakan dalam penanganan tersebut berasal dari rekanan proyek Hutama Karya yang berada di wilayah Nusa Tenggara.