Jika digabungkan dengan pekerjaan yang telah dilakukan pada 2023, total jalan Kapujan-Rimbo Data yang sudah mendapatkan penanganan hingga saat ini mencapai 10,5 kilometer dari keseluruhan panjang sekitar 16 kilometer.
Masih terdapat bagian ruas yang membutuhkan penanganan lanjutan. Karena itu, pemerintah menyiapkan pekerjaan pada 2026 untuk melanjutkan pembangunan jalan tersebut.
Pada awal perencanaan, penanganan tahun 2026 ditargetkan sepanjang 5,6 kilometer. Namun, rencana itu kemudian disesuaikan menjadi 3,7 kilometer.
Penyesuaian tersebut dilakukan dengan memperhitungkan waktu pelaksanaan yang tersedia serta aspek teknis pekerjaan. Dengan rencana tersebut, penanganan jalan tetap dapat dilanjutkan pada tahun ini meski panjang pekerjaan mengalami perubahan dari rencana awal.
Dalam kunjungan ke Kabupaten Solok, Zigo Rolanda menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan hingga seluruh ruas dapat diselesaikan. Menurut dia, keberadaan jalan tersebut berkaitan dengan kebutuhan akses masyarakat di daerah yang masih terisolir.
"Keberlanjutan penanganan ruas Kapujan–Rimbo Data perlu mendapat perhatian agar seluruh ruas dapat diselesaikan mengingat ruas ini sangat dibutuhkan untuk membuka akses bagi daerah yang terisolir," kata Zigo.
Dia juga menyampaikan rencana untuk membahas kemungkinan perpanjangan waktu pelaksanaan IJD. Skema yang akan dibahas yakni pelaksanaan secara tahun jamak atau multi years.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi opsi agar pembangunan ruas Kapujan-Rimbo Data tidak berhenti pada penanganan yang dilakukan dalam satu tahap. Dengan skema tahun jamak, penanganan jalan dapat dilanjutkan hingga seluruh ruas yang dibutuhkan selesai dikerjakan.