Esther juga menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan kesalahan yang secara khusus menyasar pengguna WhatsApp di Indonesia. Menurut dia, kesalahan sistem yang menyebabkan sejumlah akun dinonaktifkan terjadi secara global.
“Hal ini terjadi secara global, jadi tidak ada upaya secara terkoordinasi untuk Indonesia. Ini memang kesalahan sistem yang terjadi secara global dan tidak ada upaya untuk menarget Indonesia,” ujarnya.
Dengan penjelasan tersebut, WhatsApp memastikan proses pemulihan akun terus dilakukan. Akun yang terdampak akibat kesalahan sistem akan dikembalikan setelah melalui proses mitigasi.
Esther mengatakan WhatsApp telah mengambil langkah untuk mengembalikan akun masyarakat yang terdampak. Proses tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan terhadap kesalahan sistem yang terjadi.
“Ini memang kesalahan sistem yang langsung dimitigasi dan dengan demikian kami langsung berupaya untuk unban atau mengembalikan akun ke masyarakat kembali,” kata Esther.
Bagi pengguna yang sampai saat ini belum memperoleh kembali akses ke akun WhatsApp, perusahaan menyediakan mekanisme banding yang dapat dilakukan langsung melalui aplikasi. Mekanisme tersebut menjadi jalur yang dapat digunakan pengguna untuk meminta peninjauan atas penonaktifan akun.
“Pengguna bisa secara langsung melakukan banding di dalam aplikasi,” ujar Esther.