Alexander menegaskan pertemuan dengan pihak Meta tersebut secara khusus membahas persoalan akun WhatsApp yang dinonaktifkan. Pemerintah ingin mendapatkan penjelasan mengenai penyebab terjadinya penonaktifan akun yang memicu banyak aduan dari masyarakat.
“Pertemuan dengan Meta hari ini khusus membahas masalah pemblokiran akun itu,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kebijakan Publik WhatsApp dan Messenger Asia Pasifik Esther Samboh menyampaikan permintaan maaf dan simpati kepada pengguna WhatsApp di Indonesia yang terdampak kehilangan akses terhadap akun mereka.
Esther menjelaskan WhatsApp memiliki sistem yang digunakan untuk mendeteksi akun serta perilaku pengguna yang dinilai melanggar ketentuan layanan. Sistem tersebut digunakan dalam proses penanganan akun yang dianggap bermasalah.
Namun, dalam pelaksanaannya terjadi kesalahan sistem. Akibat kesalahan tersebut, sejumlah akun yang seharusnya tidak dinonaktifkan justru ikut terdampak.
“Dalam melakukan proses penangkapan akun-akun yang tidak baik ini kemudian sistem kami melakukan kesalahan,” ujar Esther.
WhatsApp kemudian melakukan langkah mitigasi untuk mengatasi persoalan tersebut. Perusahaan berupaya mengembalikan akses akun pengguna yang terdampak akibat kesalahan sistem dalam proses penonaktifan.
“Secara cepat sistem dan mitigasi sudah dilakukan untuk mengembalikan akun-akun yang kami melakukan kesalahan dalam memblokir akun-akun ini,” katanya.