3.000 Pramuka Berkumpul di Pasaman Barat, Pesan soal Karakter hingga Swasembada Pangan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:13 WIB
Lebih dari 3.000 anggota Pramuka berkumpul di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (26/8/2026).  (Foto: Pemkab Pasbar)
Lebih dari 3.000 anggota Pramuka berkumpul di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (26/8/2026). (Foto: Pemkab Pasbar)



"Melalui pendidikan kepramukaan, generasi muda didorong memiliki budaya produktif, mencintai sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan, serta peduli terhadap lingkungan. Anggota Pramuka juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak usia muda," kata Doddy.





Ia juga menyampaikan posisi Gerakan Pramuka dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan kepramukaan diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki karakter kuat sekaligus mempunyai keterampilan dan kemandirian.





Selain itu, generasi yang dibentuk melalui pendidikan kepramukaan diharapkan mampu menjadi pribadi produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mempunyai semangat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.





Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 dan Jambore Nasional ke-12 sendiri mengangkat tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."





Tema tersebut berkaitan dengan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita kedua pemerintah. Fokusnya antara lain mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air sekaligus memperkuat ketahanan serta kemandirian nasional.





Ketua Harian Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Yulius, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka di Pasaman Barat.





Yulius menilai Gerakan Pramuka mempunyai peran dalam membentengi generasi muda dari berbagai tantangan yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.





"Perkembangan teknologi membawa dampak positif sekaligus negatif. Karena itu, generasi muda membutuhkan wadah pembinaan yang mampu mengarahkan mereka agar tidak terjerumus dalam perundungan, penyalahgunaan narkoba, penyimpangan perilaku, dan berbagai persoalan sosial lainnya," ujar Yulius.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X