Setelah lahan tersedia, tahapan perencanaan juga telah dilakukan. Pemerintah bersama kementerian terkait menyiapkan desain dan gambar bangunan dengan mempertimbangkan kondisi serta luasan lahan yang tersedia di Tanjung Alam.
Kawasan tersebut dirancang bukan hanya sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Sekolah Rakyat Tanah Datar diproyeksikan menjadi salah satu Sekolah Rakyat terbesar di Indonesia dengan sejumlah fasilitas yang berada dalam satu kawasan.
Fasilitas yang disiapkan mencakup ruang belajar, asrama atau tempat tinggal bagi siswa dan guru, sarana olahraga, fasilitas kesehatan, tempat ibadah hingga kantin.
Konsep tersebut membuat kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan nantinya dapat dipenuhi di lingkungan sekolah. Pemerintah juga memastikan peserta didik tidak dibebani biaya pendidikan maupun kebutuhan sekolah.
“Anak-anak yang bersekolah di sini nantinya tidak dikenakan biaya. Semuanya ditanggung pemerintah, mulai dari pakaian, perlengkapan sekolah seperti buku dan kebutuhan lainnya. Jadi, anak-anak nantinya datang ke sekolah hanya membawa pakaian yang melekat di badan karena seluruh kebutuhannya sudah ditanggung pemerintah,” jelas Eka Putra.
Sementara itu, calon peserta didik yang akan menjadi penerima manfaat utama berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Jika kuota yang tersedia masih memungkinkan, calon siswa dari kelompok desil 3, 4, dan 5 dapat dipertimbangkan dengan mengikuti ketentuan yang ditetapkan Kementerian Sosial.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Kementerian Sosial saat ini juga mulai menyiapkan tenaga pendidik. Selain itu, pendataan calon siswa yang memenuhi persyaratan juga tengah dilakukan.
Pendidikan di Sekolah Rakyat tersebut akan mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA. Dengan demikian, sekolah yang dibangun di Tanjung Alam itu disiapkan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang menjadi sasaran program.